Diberdayakan oleh Blogger.

About

Selamat dataangggg !!!!
Ditunggu komentnya :)
- Hesti yang selalu ingin
mencoba hal yang baru-
RSS
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Rasa itu hadir lagi

Astaghfirullah…. Astaghfirullah… Astaghfirullah…
Ya Allah, Engkau munculkan kembali rasa yang sempat aku pendam lama dalam hati. Adanya jarak dan waktu yang sempat memisahkan, kini Engkau rekatkan kembali. Engkau pertemukan kami.
Hei… kamu yang ada disana…
Do you feel, do you feel me, do you feel what I feel you ?
Do you need, do you need me, Do you need me????
#penggalan beberapa lirik lagu Avril Lavigne “ I love U “
Benar saja, jantung ini berdegup kencang, saat pertama kali melihatmu hadir dihadapanku. Aku tak bisa berkata-kata. Mulut ini kaku, bahkan hanya untuk menyapa “hai” padamu.  Aku hanya bisa mematung, memandangmu dari sisi gelapku.
Yeahh, mungkin aku memang pengecut, nyaliku terlalu ciut. Jaim-ku sudah terlewat akut. Kecuuutt.
Ku akui, ku sedang jatuh cinta. Tapi aku tak tau bagaimana cara mengungkapkannya.
Sakit ya rasanya? Punya perasaan, tapi tak bisa diungkapkan. Aku heran, kenapa di TV atau film bisa begitu gampangnya ya?? Ini aku yang emang kurang canggih, ato mereka yang terlalu canggih? Whatever lahh…
Ya Allah… beri aku pencerahan… Aamiin aamiin ya robbal alamiin
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rasaku

Aku tak tahu sudah berapa lama aku memendam rasa ini.  Rasa yang sama sekali tak bisa kupahami. Cinta. Begitulah banyak orang menyebutnya.

Beginikah rasanya? Bahagia di saat-saat bersamanya. Namun, terasa sakit bila tak bisa menggapainya.

Oh Tuhan, apa sebenarnya yang telah Engkau rencanakan untukku? Apakah Engkau sedang menguji imanku?

Aku tak bisa menyangkal perasaan ini. Perasaan cinta yang tumbuh dari lubuk hatiku yang terdalam. Aku telah jatuh cinta padanya, sosok pangeran yang selalu ada dalam pikiranku. Benarkah cinta ini?

Tuhan, aku ingin jujur kepadaMu. Sejak pertama kali aku melihatnya, ada sedikit getaran di dalam dada ini. Namun, kala itu aku tak bisa mempertahankan rasa itu. Yeahh, karena aku tidak mengenal siapa dia.

Seiring berjalannya waktu, Engkau mempertemukanku lagi dengannya. Kali ini tidak dengan waktu yang teramat singkat. Dia berbeda, Engkau tunjukkan kelebihan yang dia punya dihadapanku. Tahukan Tuhan, semenjak itu, aku mulai mengimajinasikan dirinya di dalam pikiranku.

Waktu terus berganti, hingga suatu ketika Engkau kembali mempertemukanku dengannya dalam sebuah acara. Kini dirinya begitu nyata di hadapanku. Dia tampak "lebih" dimataku. Oh Tuhan, aku telah jatuh cinta padanya.

Iseng-iseng aku mencari sosoknya lewat jejaring sosial dari ponselku. Kutemukan dirinya. Namun gejolak dalam diri muncul. Haruskah aku sentuh screen "add as friend" ?? ahh, tidak, aku masih terlalu takut untuk menunjukkan diriku dihadapannya. Namun, disaat aku scroll layar ponselku kebawah, tak sengaja jempol tanganku menyentuh screen tepat pada screen "add as friend" itu. Oh Tuhan, apa yang telah kulakukan? Saat itu, ingin segera aku cancel friend request itu, tapi perang batinku tumbuh kembali. Bukannya aku memang ingin mengenal sosoknya? Akhirnya kuputuskan untuk membiarkan ajakan berteman itu terkirim padanya.

Ketidaksengajaan itu membuatku cemas. Setiap aku buka account jejaring sosialku, aku merasa takut. Takut, bila ternyata mendapatkan respon yang tidak kuinginkan. Aku menanti notification dengan gelisah, mengharap salah satu notification itu, berisi accepted friend request.

Sungguh tak kuduka, keesokan harinya, notif itu benar-benar hadir. Dia menerima pertemananku. Aku coba mencari info berkenaan dengan dirinya dalam info yang ada pada accountnya. Sungguh menakjubkan, dia berbeda dari yang selama ini aku bayangkan. Dia berbeda dari kebanyak orang. Seketika bertambahlah rasa cintaku padanya. Oh, Tuhan cinta apa yang telah Engkau titipkan padaku?

Hari demi hari aku merasa bingung, apa yang harus aku lakukan dengan kondisi ini. Berteman sudah, tapi untuk apa kalau tidak ada iteraksi? Hingga suatu ketika, tiba-tiba dia muncul dan menyapaku dalam sebuah aplikasi chatting. Ya Tuhan, aku sama sekali tidak menyangka Engkau berikan kesempatan padaku untuk berkomunikasi dengannya.

Percakapan antara aku dan dirinya terus mengalir bebas, hingga aku menemukan satu keunikan lagi dari dalam dirinya. Dia sangat lucu. Dia memiliki selera humor. Oh, Tuhan !! Aku bahagia sekali walau hanya berkomunikasi melalui dunia maya.

Awal percakapan itu, membuat aku ketagihan untuk ngobrol dengannya. Aku memilih mendownload aplikasi chat di ponsel androidku, dan membiarkan accountku terus menyala online, agar sewaktu-waktu bisa bertemu lagi dengannya. Dan ternyata hal itu benar, dia muncul dan menyapaku kembali. Obrolan mengalir begitu saja. Hingga tak terasa obrolan kami sudah tidak secanggung dulu-dulu lagi. Kami sudah merasa sangat akrab. Ya Tuhan.... Aku semakin jatuh hati padanya.

Tuhan, dialah sosok laki-laki yang aku idam-idamkan selama ini. Dia memiliki semua yang aku inginkan untuk menjadi pangeran hatiku. Semua telah Engkau berikan pada jiwa dan raganya. Aku telah jatuh cinta padanya Tuhan. Mungkinkah Engkau menciptakan dia hanya untukku? Aku hanya bisa berharap. Aku serahkan semua padamu. Jika Engkau menghendaki kami berjodoh, pasti aku akan bertemu dan bersatu dengannya di saat yang indah. Namun, bila kami memang tidak berjodoh, aku hanya bisa ikhlas dan bersabar. Aku tahu, rencanamu jauh lebih indah dibandingkan rencana makhluk ciptaanMu.

Terima kasih telah menitipkan rasa ini padaku. Terima kasih telah menghadirkan sosok pangeran itu padaku. Terima kasih atas semua kasih dan sayang yang telah Engkau berikan padaku Tuhan. Titip salam rinduku padanya. ^^
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dag Dig Dug

Dag dig dug hatiku,,,, dag dig dug jantungku.......

Cintaa.... Cinta..... Cinta.....

Memang susah mengartikan cinta. Kadang bikin bahagia, tapi kadang juga bikin sakit hati... Hufft... Apa coba maksudnya ?? :) gak ngerti.

Hhhiiiiiihhhhhh.. persaan apa sih ini?? Selalu aja deg-degan kalo pas lagi liat dia. Selalu aja deg-degan kalo lagi ngobrol ma dia. Arrrrggghhh...........



Astagfirullah... Astagfirullah... Astagfirullah...
Maaf Ya Allah bila terkadang aku terlalu berlebihan memikirkannya

Berikan aku cahaya, agar bisa kutemukan jalan lurusmu.
Berikan aku kelapangan agar aku bisa memahami arti kehidupanMu.
Berikan aku udara, sebagai penyejuk imanku.
Berikan aku kekuatan untuk bisa bersabar menantikan malaikat hatiku.
Berikan aku mata hati, agar aku tidak tersesat dalam pencarian cinta sejatiku. sertaa...
Berikan aku ilmu, agar kubisa mengilhami semua makna dibalik musibah yang Engkau ujikan padaku.

Ya ALLAH, bila aku jatuh cinta, maka jatuhkanlah hati ini pada seseorang yang melabuhkan cintanya hanya padaMu. Agar bertambah besar rasa cintaku padaMu.

Aku percaya,
Wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik, begitu juga dengan
Laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula.
Maka, aku pasrahkan semua perasaan cinta dan kasih ini hanya padaMu ya Robb. Semoga Engkau memberikan jodoh yang terbaik untukku. Karena laki-laki itulah yang akan menjadi imam dalam keluargaku. Man shobaro zafhira... :)

To Someone :


Bila kamu memang jodohku, suatu saat kita pasti akan bersatu.
Allah selalu memberikan rezeki kepada umatnya dengan jalan yang tak disangka-sangka.


Percayalah, seberapa jauh dia tersesat, yang namanya cinta sejati akan bisa menemukan jalan untuk pulang.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cintaa ???






Cinta. Apa sih cinta itu? Kenapa cinta sangat sulit untuk dipahami? Apa yang membuat cinta itu special? Apa benar cinta itu indah? Ataukah cinta itu pahit? Wahai kau cinta sungguh misterius sekali dirimu…
Ternyata bener ya, cinta itu bikin galau. Gimana nggak galau, kalo tiap hari bawaannya gelisah mulu. Dikit-dikit inget dia. Mau ini, inget dia, mau itu inget dia. Berasa semua yang terlihat itu hanya ada dirinya. Ckckckcckckck, kok bisa ya?? Tanya kenapa?? Aku ndiri juga nggak tau.
HHmm,, sakit banget ya rasanya kalo lagi jatuh cinta, tapi cintanya kepada seseorang yang sulit dijangkau. Kayak cinta bertepuk sebelah tangan. Hanya bisa memendam cinta. Cinta dalam hati. Hanya bisa berharap lewat DOA. Berharap ALLAH memberikan jalan terbaik untuk takdir cinta yang harus dijalani. Jodoh memang sudah ada yang ngatur. Jadi pasrah dan ikhlas saja ma yang diatas. Tapi, juga masih tetep berdoa dan berusaha, agar kita bener-bener bisa meraih cinta itu.
Nggak ada yang tau apa yang akan terjadi hari ini, esok maupun lusa. Semua sudah ditakdirkan dan dituliskan dalam rencana hidup ALLAH untuk setiap masing-masing makhkuk ciptaanNya. Semoga ALLAH mempertemukan cinta kita masing-masing di saat yang indah kelak. Amin…

To someone :
Awal peristiwa yang membuatku bisa mengenalmu kala itu, tak akan hilang dalam pikiran ini. Kau dengan kebaikanmu, kau dengan kerendahan hatimu, membuat diri ini tak kuasa menahan gejolak rasa yang muncul dalam hati. Entahlah… perasaan apakah yang tumbuh saat itu. Yang jelas, aku sangat berterima kasih kepada ALLAH karena telah menitipkan rasa ini.
Bimbang, ragu dan gelisah menyelimutiku. Kau disana, dan aku disini. Bagaimana bisa aku meraihmu. Hampir aku melepas semua perasaan ini. Aku percaya bahwa cinta sejati akan menemukan jalannya. Aku pasrahkan takdir cintaku ini pada Kuasa ALLAH.
Namun ALLAH masih memberikan kesempatan itu. Tak kusangka, ALLAH memberikan sedikit jalan agar aku bisa mengenalmu. Tak akan terlupa olehku, hari saat kita pertama kali berbincang yang walau hanya sebentar.
Salam lembutmu, sapaan manismu, dan gurauan renyahmu membuatku bahagia waktu itu. Sungguh tak kusangka, ALLAH memberikan jalan agar aku bisa mengenalmu lebih. Kau sungguh berbeda. Kau berbeda dari orang yang biasa kukenal. Semua yang kudambakan dari diri seorang laki-laki kurasakan ada pada dirimu. Kau sempurna di mataku.
Setelah hari itu, obrolan ringan terus berlangsung. Cinta semakin tumbuh dan bergejolak dalam dadaku. Aku tak kuasa menahan perasaan ini. Salam rindu ini aku titipkan dalam DOAku. Berharap cinta ini, bukanlah cinta nafsu.
Dalam sholat, dalam DOA, dan dalam ikhtiarku, selalu terbesit namamu. Aku percaya bahwa lelaki yang baik, hanya untuk wanita yang baik, begitupun wanita yang baik, hanya untuk lelaki yang baik pula. Aku akan menjaga diriku, menjaga kesucianku, menjaga kebersihan hatiku agar ALLAH senantiasa menjaga dirimu, kesucianmu, dan kebersihan hatimu ya akhi…
Ya ALLAH, aku hanya berharap jalan terbaik yang Engkau berikan untukku. Tunjukkan hamba jalan yang lurus. Jalan yang Engkau ridhoi, bukan jalanmu yang sesat. Bila dia jodohku, perkenankan kami untuk bertemu dan saling mengenal, namun bila dia memang bukan orang yang Engkau ciptakan untukku, aku rela dan ikhlas. Aku percaya bahwa jalan terbaik yang Engkau berikan untukku, pasti terbaik untuk hidupku. Terima kasih Ya ALLAH atas semua rasa dan kesempatan yang telah Engkau berikan untuukku.
Alhamdulillah….. ucap syukurku :)

readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Harapan Cinta



MasyaALLAh, perasaan apa lagi ini? Kenapa dan bagaimana persaan itu bisa muncul? Kenapa harus seperti itu? Bagaimana bisa dia tiba-tiba hadir dalam benakku? Mampukah aku untuk berjuang dalam menggapainya? Atau mungkin harus rela untuk melepaskannya??? Entahlahh...

Bagai punuk merindukan bulan. Mungkin kalimat itulah yang seharusnya bisa menyadarkanku dari kegilaan ini. Terlalu bermimpi jauh bila aku mengharapnya.

Yeaahh,, dia terlalu jauh dan tinggi untuk bisa aku gapai. Dengan melihat keadaan serta kondisiku yang seperti ini, mustahil aku bisa menggenggamnya. Sediihh... Memang. Tapi, apa yang bisa dikata. Aku kurang PD (Percaya DIri) untuk terus melanjutkan kisah ini. Bahkan mungkin akan berakhir kecewa bila aku paksakan.

Pangeran, kamu memang sosok makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna dimataku. Keelokan wajahmu, kebaikan sikapmu, ibadahmu, prestasimu, memberikan nilai plus di mataku, bahkan mungkin di mata cewek-cewek lainnya. Dan karena sebab itulah, aku akan terlalu sulit untuk berkompetisi dengan cewek bahkan bidadari di luar sana yang lebih layak bersanding denganmu. Kamu yang begitu mudah untuk dikagumi dengan berbagai kelebihan yang kamu miliki.

Disini aku, hanya bisa mengagumimu. Memandangmu dari sisi gelapku. Dan hanya bisa bermimpi untuk dapat bersanding denganmu. Aku dengan segala kekurangan yang ku punya. Hanya bisa menjadi pengagum rahasia.

Aku tau istilah cinta yang tak harus harus memiliki. Tapi, sebagian orang mengatakan semua itu bullshit. Itu cuma omongan, tapi kenyataannya sulit banget dilaksanakan.  Namanya cinta, semua akan dikorbankan. Hmm,, tapi untuk sekarang, mau nggak mau aku harus bisa menanamkan kalimat "cinta tak harus saling memiliki" di benakku dalam-dalam. Allah telah menuliskan takdir manusia dengan baik. Nggak ada yang tahu bagaimana kedepannya nanti. But, i wish u will beside me, My Prince.

Aku hanya seorang wanita, nggak bisa berbuat lebih untuk memperjuangkan cinta. Aku nggak bisa menyalahi kodratku yang dengan nekat, akan mengejarmu dan menyatakan cinta padamu. Aku bukan seperti itu. Disini, akan kuperjuangkan cintaku dengan DOA. Ya, hanya DOA yang bisa menenangkanku saat ini. Sajadah sholatku sebagai saksinya. Aku percaya, jodoh sudah diatur oleh Tuhan. Manusia hanya bisa berusahan dan berDOA, selebihnya menjadi rahasia Tuhan. Bila, kamu memang jodohku, aku percaya suatu saat kita akan dipertemukan di masa yang indah.

Terima kasih pangeran, kamu telah mengisi ruang di hatiku. Ya ALLAH, hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui segala urusan yang benar. Bila pekara ini baik bagiku, maka dekatkanlah, dan apabila pekara ini membawaku ke jurang nista, maka jauhkanlah. Aku lebih takut akan siksaanMu Ya ALLAH.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS